Tampilkan posting dengan label puisi. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label puisi. Tampilkan semua posting

Kumpulan Puisi Ibu Tanda Terima Kasih

Puisi Ibu - Seorang Ibu adalah sosok malaikat yang memiliki hati yang sangat mulia. Bisa dibilang ia adalah sosok kartini yang sangat amat menyayangi anaknya. Coba anda bayangkan, Ia rela menjaga kita selama 9 bulan lamanya didalam kandungan. Memberikan kita gizi yang cukup sehingga ketika kita lahir dan dewasa kelak bisa menjadi orang yang cerdas dan menjadi anak yang bisa membanggakan mereka. Wah, tak terhitung jasanya bukan.

Disamping itu, walaupun ibu kita terkadang memarahi kita oleh karena suatu hal, dan kita langsung memberontak marah kepadanya sebenarnya adalah pertanda kasih sayangnya kepada kita. Ia sangat mengkhawatirkan anaknya, tidak mau ada sesuatu yang buruk terjadi kepada kita anaknya. Mungkin kita tidak pernah menyadari hal itu, tapi sesungguhnya tidak ada satupun orang tua yang mengajarkan hal buruk dan tak memperdulikan anaknya, ia sungguh mengasihi anaknya hingga akhir hayatnya.

Dan tugas kita sebagai seorang anak adalah memberikan yang terbaik untuk Ibu, dan tidak lupa mengucapkan kata terima kasih kepada beliau, atas jasa dan perjuangannya selama ini. Dibawah ini, admin sudah kumpulkan sebuah puisi ibu, anda bisa memberikannya sebagai ucapan ulang tahun kepada dia, atau diberikan pada saat hari ibu.

puisi ibu
poem for mom

Ibu...
Dia tertatih dibawah terik matahari
mencari sedikit uang untuk putri
mencoba memohon belas kasih
ditengah orang-orang yang tak peduli

Putri hanya meminta sesuap nasi
ibu mencoba memahami
namun adakah yang mengerti
pengorbanan yang kini ia jalani

Setiap tetes keringat yang ia usap
dan air mata yang ia tahan
mengingatkannya pada putrinya
membulatkan tekadnya, membuatnya tak gentar

Dan sang ibu tetap berjalan, demi putri kecilnya.


Ibu
Ibu, hanya kau yang mempunyai waktu untuk mencintaiku
Ibu, hanya air matamu yang mengalir untukku
Ibu, hanya engkau yang menyerahkan nyawamu untuk menyelamatkanku
Hanya ada uluran tanganmu ketika aku menangis
Hanya ada senyummu ketika aku bersedih
Hanya ada tawamu ketika aku senang

Ibu, hanya engkau yang ada dalam hatiku
Ibu, seandainya aku bisa menghapus air matamu
Seandainya ibu tahu aku juga merasakan pedihnya hatimu
Aku merasakan jika ibu sedang sedih
Tapi gadis kecilmu ini tidak dapat berbuat seperti yang ibu lakukan padaku

Ibu, seandainya aku bisa menggantikan kesedihan ibu dengan tawaku
Seandainya aku bisa memberikan nyawa ini walau hanya separuh dari nyawaku
Seperti yang ibu lakukan ketika melahirkan aku

Seandainya aku bisa menjadi tempat mengadumu
Seperti aku yang bisa mengadu padamu
Aku hanya ingin menyapu air matamu, ibu....
Aku juga ingin merasakan perih dan pedih yang ibu rasakan
Ibu, sejuta cintaku
Sejuta kasihku
Sejuta perhatianku
Dan sejuta sujudku ditelapak kakimu....

Allah, angkatlah beban ibuku....
Hanya engkau yang bisa
Karena hanya Engkau tempat mengadu ibuku....

Ibu, aku mencintaimu dengan sepenuh hati dan jiwaku
Hanya untuk ibu seorang...

Bunda...
Aku ingin memecah langit biru
lalu tidur diselimuti gumpalan
awan putih
berguling-guling aku,
mengamatimu sembari
tersenyum
memamerkan barisan gigi
putihku hanya padamu

Bunda, aku meminta angin
meniupkan rinduku yang tak
terlampiaskan...
kecuali dengan tangis
Kau yang paling tahu, aku suka
menutup-nutupi hati dengan
kebekuan
tapi inilah hati yang kau
besarkan, hati yang tulus ingin
mencintai
Kau tak mengacuhkanku, malah
sibuk dengan jemuran pakaian,
tapi aku tahu setiap kali kau
memeras pakaianku, kau
bertanya dalam hati:
"Apa anakku tercinta baik-baik
saja?"
Aku berusaha menutupimu dari
surya yang menyengat,
tapi peluhmu terlanjur
bercucuran seperti cintamu yang
tak pernah habis
Kulitmu yang kecokelatan
terbakar matahari adalah jejak
ketulusanmu
Rambut putihmu yang terus
merambat menguasai kepalamu
adalah jejak kehidupanmu
Sedang keriput-keriput halus di
wajahmu ialah jejak kecantikan
abadi yang tak terkalahkan

"Bunda, walau aku belum pernah
mengucap cinta untukmu,
kali ini biar kugoreskan ia dalam
surat ini."



THANK YOU MOM

THANK YOU MOM
FOR ALL THAT YOU’VE DONE
YOU’VE BEEN THERE FOR ME
THROUGH TEARS AND FUN

YOU ARE BY MY SIDE
IN EVERYTHING I DO
YOU CHEER ME UP
EVERY TIME I’M BLUE

EVERY TIME I’M SICK
YOU TAKE CARE OF ME

IT SHOWS HOW MUCH
YOU REALLY LOVE ME
I SEE THAT YOU LOVE ME
WITH ALL OF YOUR HEART
YOU’RE A WOMAN WITH A LOT OF PATIENCE
THAT CAME RIGHT FROM THE START

YOU BROUGHT ME INTO THIS WORLD
YOU GAVE ME LIFE
WHEN YOU LEAVE ME
IT WILL STAB ME LIKE A KNIFE

YOU ARE A SWEET MOTHER
THAT’S LOVING AND KIND
A MOTHER LIKE YOU
IS VERY HARD TO FIND

THANK YOU MOM
FOR ALL YOU DO AND SAY
I WANT TO WISH YOU A RELAXING
HAPPY MOTHERS DAY

Itu saja puisi ibu yang bisa kami berikan, sayangi lah ayah dan ibu anda selagi mereka masih hidup di dunia ini. Jangan sampai ada kata "menyesal" dikemudian hari. :'(

Contoh Puisi Hari Kartini Terbaru 2013

Puisi Kartini - Hari Kartini adalah hari yang sangat amat bersejarah yang mampu menggoreskan ingatan kita terhadapnya, sehingga sangat sulit bahkan tidak bisa kita lupakan. Seperti yang kita ketahui, sosok Raden Ajeng Kartini atau yang biasa disebut R.A. Kartini ini adalah tokoh emanspasi wanita, yang memperjuangkan hak wanita dan meminta kesamaan antara hak wanita dan pria. Sungguh luar biasa bukan ?!. Dan untuk mengingat jasa pahlawan yang satu ini, maka setiap tanggal 21 April diperingati lah hari Kartini. Atas itu, banyak sekali pergelaran yang diadakan untuk merayakan hari Kartini, seumpamanya adalah Lomba Berpidato, dan lomba berpuisi.

contoh puisi hari kartini

Dan pada postingan kali ini, kami akan membagikan contoh puisi kartini terbaru yang bisa anda gunakan sebagai puisi anda.


ku mengenal ibu kita kartini lewat cerita.....
ku tahu ibu kartini dari buku sejarah....
namun kini ku telah berjumpa
sesosok ibu kartini yang nyata....

ku rasakan cinta dan sayangnya
ku tak mau lepas dari dekapannya
ku selalu haus akan bimbingannya
dan karena dia aku ada....

Bunda....
Kaulah ibu kartiniku...
Kaulah ibu kartini anak cucumu...
Kaulah ibu kartini sejatiku....
Namamu selalu harum mewangi dihatiku...


Darah mengalir dari tubuhmu…
Keringat mengujur membahasi tubuhmu…
Jeritan keluar dari mulutmu…
Kesakitan…
Perih…
Bahkan deraian airmata
Tak menjadi beban bagi dirimu
Engkau tetap ter
Engkau berjuang sendiri
Engkau mempertaruhkan nyawamu sendiri…
Antara hidup dan mati
Untuk melahirkan generasi baru…
Generasi baru ibuku……
Bukan generasi penerus…
Penerus korupsi
Penerus kelicikan
Penerus nepotisme
Penerus kolusi
Penerus kekerasan terhadap wanita
Penerus penindasan terhadap buruh kerja
Tapi…
Generasi baru…
Generasi baru pemunpas korupsi
Generasi baru penumpas nepotisme
Generasi baru penumpas kolusi
Generasi baru yang menghentikan tindak kekerasan
Terhadap wanita…
Terhadap Kartini-Kartini masa kini
Tersenyumlah Ibu Kartiniku
Jangan menangis lagi
Karena ibuku adalah Kartini masa kini…
 Dalam dekapan tradisi kau berontak
Rindu tapak menjajari
Keperempuanan tak sanggup membatasi
Dari bungkus budaya kau kibar bendera bebas

Hari ini kunikmati kebebasan itu
Ku kejar, menjajari bahkan melesat mendahului
Aku ibu seluruh manusia
Sorgaku hilang bersama keperempuananku

Rumahku hilang
Keluarga musnah
Citaku membumbung, terbang dibalik angkasa
Tanpa rasa, tanpa pedih, tanpa nyerih tanpa kenangan

Ibu, mungkin aku salah melangkah
Perjuanganmu salah kutafsir
Hingga aku bukan lagi seorang bunda
Anak-anakku jadi liar, mangkir

Ibu, cita-cita itu
Perjuangan itu
Tak lagi ku mengerti
Sebab membias dan melalar tanpa bentuk

Kartini, kalau hari ini
Aku ditanya siapa ibuku
Dengan bangga kuteriakkan Engkaulah itu
Bidadari berselendang bianglala.

Itulah sedikit contoh puisi kartini yang bisa kami bagikan ,sedikit memang tapi semoga sangat bermanfaat buat anda.